Kursus Baking

electrolux

Mixer itu bukan cuma puter-puter imut … banyak yang bertanya rekomendasi mixer hemat tapi gagah, nah sementara Brand mixer sangat buanyakkk dan bisa Pro Kontra. Jadi sebelum membaca tips dibawah gunakan sudut rasional, logika & kerelevanan masing-masing… cusss @kursusbakingprivate

1. RPM Tinggi = Kalis Lebih Cepat = Kecepatan putaran (RPM) itu krusial. Makin tinggi RPM, makin cepat serat gluten terbentuk. Hasilnya? Adonan roti kamu makin halus, elastis, dan nggak gampang sobek.

2. ⁠Jangan tertipu watt besar!
Efisiensi vs Pemborosan
🔥 Mixer “Watt tinggi” Biasanya panasnya terbuang jadi suara bising & getaran. Watt besar di sini sering kali tanda motor bekerja tidak efisien. Memang kalo pilih watt rendah juga bisa dipangkas kecepatannya…

🔥 Mixer “Low Watt” tapi Pro Menggunakan motor induksi yang lebih efisien. Dia tidak butuh daya besar untuk sekadar berputar, tapi punya tenaga “tahan” yang kuat saat adonan mulai kalis dan berat (kalo ketemu adonan roti & donat).

Ini penting, RPM Tinggi vs Kecepatan Adukan, setelah mencoba berbagai brand memang baru akan terasa… RPM tinggi memang bikin kalis lebih cepat, tapi kalau motornya tidak punya torsi yang kuat, saat adonan makin berat, putarannya akan drop (melambat) atau bahkan macet. Mixer yang bagus menjaga kecepatan tetap stabil (constant speed control) berapapun beban adonannya. Jadi, low watt di mixer pro bukan berarti adukannya pelan, tapi sistem mekanisnya jauh lebih pintar dalam menyalurkan tenaga (simplenya seperti itu)

4. Pilih material full metal bukan karena tanpa alasan ya Sobat Bakers, nabung sesaat dari pada menyesal. Mixer yang pro pakai gear besi supaya kuat nahan beban adonan roti yang berat.

5. Tenang, oke memang mixer ekonomis bisa digunakan selama skalanya Sobat Bakers akali (mengaduk bertahap) Mixer yang bagus punya bobot yang pas agar tetap anteng di tempatnya.

6. Cek sirkulasi udara, penyebab mixer mudah panas. Mudah panas = apapun adonan bisa jadi gagal (bolu kalo diaduk dengan kondisi hangat lemak akan mencair, berpengaruh pada pembentukan akhir yang padat)

7. Presisi Pengaturan Speed, coba cek dari aduk pelan saat dipindah naik sampai speed tertinggi, perpindahan speed-nya halus, tidak bikin adonan kaget / berantakan.

Nah semoga bermanfaat ya Sobat Bakers 😉

Scroll to Top