Soft Sour Dough
para pelaku usaha kuliner, khususnya di bidang baking dan pastry, harus dan wajib memahami pergeseran tren yang bukan sekadar mengikuti arus, melainkan peluang besar untuk meningkatkan nilai jual produk dan kepercayaan konsumen. Mengganti produk “Stagnan” dengan produk hype bukan untuk ikut-ikutan melainkan membranding Brand yang ikut secara Global bisa diakui dimata konsumen.
Membahas khususnya mentai,
Di Indonesia, terjadi pergeseran makna karena posisi perbedaan kultur dan juga daya beli, saat menyebut “Mentai”, yang dimaksud biasanya bukanlah telur ikan, melainkan Saus Mentai yang biasanya mudah ditemukan di Produk berbagai olahan seperti Mentai Rice, dimsum, atau takoyaki. Isinya biasanya campuran mayones, saus sambal, sedikit saus tomat, dan kadang diberi taburan tobiko (telur ikan terbang yang warnanya oranye terang) sebagai pemanis dan penarik. Rasanya cenderung manis, gurih, creamy, dan agak asam.
Sementara itu di belahan dunia lainnya, Yaki Mentaiko adalah Telur ikan kod asli yang warnanya cenderung merah muda pudar atau agak keabu-abuan. Harganya lebih mahal, rasanya sangat asin-gurih dan ada tekstur “pasir” halus dari telur ikannya saat dikunyah, flavornya umami.
Kenapa Saus Mentai Lokal Pakai Tobiko, Bukan Mentaiko tentu karena siasat dari HPP (Harga Pokok Produksi) dan ketersediaan bahan. Mentaiko asli adalah barang impor premium yang harganya lebih tinggi… Agar bisa dijual massal dan murah di Indonesia, para pelaku kuliner memodifikasinya menggunakan basis mayones dan mengganti telur ikannya dengan tobiko yang jauh lebih ekonomis dan mudah didapat.
Jadi, di Indonesia mentai adalah sejenis saus berbahan dasar mayones pedas, bukan telur ikan kod asli khas Jepang yang dikenal dengan nama Yaki Mentaiko.
Masuk ke proses, Yaki sendiri adalah proses pemanggangan. Dan Mentaiko sendiri wajib menggunakan satu bahan dasar Telur ikan Alaska Pollock atau Walleye Pollock.
Berdasarkan standar industri di Fukuoka, Jepang… perbedaan antara Tarako (telur kod asin biasa) dan Mentaiko (telur kod pedas) terletak pada cairan marinasinya. Dan menjadi dua kategori
1. Chakushoku (menggunakan pewarna makanan merah/pink agar menarik) dan
2. Muchakushoku (tanpa pewarna, berwarna cokelat keabuan alami).
Prosesnya,
Kata Yaki yang berarti dipanggang… dalam standardisasi kuliner pro, Yaki Mentaiko bukan berarti saus mentai yang diberi mayones lalu dibakar, tapi malah Yaki Mentaiko Paste yang seharusnya adalah, Mentaiko panggang yang kemudian dihancurkan dan dicampur secara emulsi dengan mentega murni dengan rasio tinggi, bukan sekedar mayones komersial. Nah ini menjadi pembeda dimata pelanggan kelas atas, jenis smoky savory…. Lelehan mentega meresap pada adonan roti yang pas dengan krispi dan meledaknya aroma super umami !
Smart Bundle.
𝙅𝙊𝙄𝙉 𝙎𝙀𝙆𝘼𝙍𝘼𝙉𝙂 !
++ 𝐆𝐫𝐚𝐭𝐢𝐬 𝐌𝐚𝐬𝐭𝐞𝐫𝐲 𝐂𝐥𝐚𝐬𝐬 𝐁𝐚𝐤𝐞𝐫𝐬 𝐃𝐢𝐠𝐢 𝐏𝐑𝐎+ 𝐬𝐞𝐡𝐚𝐫𝐠𝐚 𝟕,𝟗𝟗𝟗𝐊 (𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐬𝐞𝐝𝐢𝐚𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐚𝐝𝐚*)
++ 𝙍𝙚𝙨𝙚𝙥 𝙁𝙤𝙢𝙤 (𝘽𝙪𝙩𝙩𝙚𝙧 𝙏𝙩𝙚𝙤𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙞𝙖𝙥 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙖𝙞𝙣𝙜𝙞 𝙠𝙚𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙩𝙖𝙣 𝘾𝙖𝙣𝙚𝙡𝙡𝙚)
++ Bebas pilih 5 Mastery Class (VIP “Skala Mall” & VVIP “skala International atau VVIP semua)
*𝙋𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙝𝙖𝙣 𝙈𝙖𝙨𝙩𝙚𝙧 𝘾𝙡𝙖𝙨𝙨 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙞𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙝𝙖𝙥 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙈𝙖𝙨𝙩𝙚𝙧𝙮 𝙋𝙧𝙚-𝙇𝙖𝙪𝙘𝙝 (𝙩𝙚𝙧𝙨𝙚𝙙𝙞𝙖 55++ 𝙆𝙚𝙡𝙖𝙨 𝘿𝙪𝙣𝙞𝙖)
1. Sistem 𝙇𝙞𝙛𝙚 𝙏𝙞𝙢𝙚 𝙋𝙧𝙞𝙫𝙖𝙩𝙚 𝙊𝙣𝙡𝙞𝙣𝙚 (langsung dengan Owner selaku Recipe Developer)
2. Bebas batasan ruang & Waktu (Life Time)
3. Hasil Resep Skala Mall – International
4. Personal Private Konsultasi dengan Owner (𝗟𝗶𝗳𝗲 𝗧𝗶𝗺𝗲)
5. Sistem Pantry (Bulking, saving, serving sampai packaging)
6. Pergantian Bahan Baku Ekonomis – High End (Brand / Merek)
7. Pengenalan & Konsultasi Alat-Alat sederhana sampai Pro secara personal.
8. Rekomendasi Pembelian Bahan Baku + Packaging & Alat
9. Cicilan pasti 12x (bisa hubungi Admin Kelas)
10. 100% Garansi Uang kembali bila hasil produk tidak Skala Mall – International
11. Konsultasi lanjutan tentang “pengembangan karakter resep yang ada di materi.
12. Pilihan Sub English / Indonesia



