Kursus Baking

Memahami Gradasi Matcha pada aneka adonan bukan cuma sekedar harga melainkan soal fungsi & profil yang dihasilkan. Cus simak singkat @kursusbakingprivate

🔥 Bedanya Matcha dan Green Tea (Teh Hijau)
– Segi proses : Matcha masih melalui proses peneduhan tanaman dari sinar matahari selama beberapa minggu sebelum panen, meski durasinya lebih singkat dibandingkan grade Ceremonial. Sementara Teh hijau, Umumnya diproduksi dari daun teh yang tumbuh di bawah sinar matahari penuh, kedua hal ini berpengaruh dirasa after taste.

– Segi Tekstur : Masih digiling hingga tingkat kehalusan mikron, Seringkali memiliki tekstur yang sedikit lebih kasar atau “berpasir”

– Karakter warna : Hasil adonan dengan Matcha memiliki karakter warna tergantung gradenya, ada yang cerah menarik ada yang hijau tua meski tanpa pewarna dan perasa tambahan, aroma rasanya lebih halus berbeda dengan teh hijau yang seperti “rumput” dan warna biasanya keruh, maka butuh penambahan pasta / aroma buatan.

– Segi harga : Harga Matcha sangat berbeda dengan Teh Hijau (tergantung gradenya)

Nah cek selama ini Sobat Bakers menggunakan Matcha atau Teh hijau nih? Koment dibawah yuk

Harga Matcha yang sangat mahal bisa sia-sia bila diperlakukan salah, khususnya dalam aneka adonan baking… cus simak tips singkatnya @kursusbakingprivate

Pahami dasarnya, lebih mahal bukan berarti terbaik untuk “baking” dengan proses suhu tinggi..

1. Suhu, Jangan mencampur / mencairkan matcha langsung ke dalam mentega yang dicairkan sampai bening/panas karena panas lemak yang berlebih akan langsung “memasak” matcha dan mengubah warnanya menjadi gelap karena terjadi oksidasi.

2. Ayak, Partikel matcha sangat halus dan mudah menggumpal. Selalu ayak matcha bersama tepung / buat pasta dengan sedikit cairan untuk memastikan distribusi warna yang rata tanpa bintik hitam pada pembuatan roti dll

3. Sensitif, Simpan Matcha di wadah kedap udara & tidak transparant (kaleng dll) supaya terlindung dari cahaya, dan jika memungkinkan di tempat sejuk agar kadar klorofilnya tidak menurun sebelum digunakan (warna tetap cerah & aroma tetap terjaga)

4. Pahami Grade, Sangat tidak disarankan untuk baking Matcha dengan grade ceremonial, Kandungan klorofilnya sangat murni namun biasanya tidak stabil terhadap panas tinggi. Hasil sering kali menjadi abu-abu / kecokelatan setelah proses suhu tinggi, sehingga membuang biaya tinggi secara percuma bila salah pilih.

Bila memungkinkan gunakan suhu rendah jika untuk mengolah Matcha dengan grade Ceremonial, namun mungkin tidak berlaku untuk Jenis Yame dari @Matchaaddict yang terbukti menghasilkan warna cantik dan aroma yang kuat bahkan tanpa tambahan pewarna.

Dari banyaknya Brand Matcha, tentu menghasilkan varian Matcha juga harus penuh perhitungan karena bisa membuat cost produksi yang tinggi… dan akhirnya jatuh pada pilihan Zenka Sadou, dan Yame Matcha Addict.

Dari keduanya ternyata memang Yame lebih unggul karena lebih fleksible di suhu tinggi daripada Zenka, bahkan Yame diolah menjadi selai Matcha dengan dijerang lama tanpa perubahan warna (karena keunggulannya bisa cek post sebelum ini)

Nah jadi Sobat Bakers yang mungkin mencari Matcha Ceremonial untuk aneka baking yang tahan suhu tinggi, asam dan bisa menyatu dengan baik pada lemak bisa langsung cus mencoba Yame.

Untuk aneka hidangan tanpa suhu tinggi, hanya untuk taburan, atau pelengkap bisa mencoba Zenka. Nah semoga bermanfaat ya Sobat Bakers

Scroll to Top