Wisjman
1. Hidrasi rendah, tambahkan hidrasi berkala dijamin roti gulungpun lebih lentur
2. Pemilihan Full Protein tinggi tanpa dibarengi kandungan lemak “hewani” bukan nabati , adonan donat / roti akan jadi ngaret.
3. Kurang Lemak hewani, jadi kadang resep minta lemak susu, tapi kita pakainya susu rekombinasi misal Vat-Pro dkk itu contoh pengganti susu maka dijamin roti / donat bisa “dry” jadi selalu cek kandungan lemak “aslinya”
4. Gluten belum terbentuk, 80% aja mixernya ?? Ketika adonan roti atau donat mulai fermentasi gas “bocor halus” karena gluten tidak terbentuk akhirnya kelembapan ikut dipengaruhi.
5. Adonan “under proofing” adonan belum mengembang maksimal atau sudah bocor halus karena tidak kalis elastis diawal (tidak ada gas untuk mengembangkan)
6. Terlalu banyak penggunaan ragi, ragi menghabiskan cadangan gula dalam adonan terlalu cepat sementara gula = pelembab alami.
7. Proofing terbuka, jadi terpapar sambil perlahan kelembapan adonan menghilang (gunakaj humidity untuk menambah kelembapan)
8. Suhu oven terlalu rendah, memanggang roti terlalu lama penyebab kelembapan hilang.
9. Karakter resep “Lean Dough” jenis dimana adonan memang padat.
10. Penggunaan Metode Straight Dough, dalam pembuatan roti banyak metode.
Join sekarang Tanpa sensor, 100% Akses Gratis selamanya biaya 0% dengan Komunitas Bakers Level Up Sobat Bakers bukan hanya gratis konsultasi tapi juga akan membedah berbagai bahan baku dengan “Brutal” [KLIK DILINK BIO ATAS, WEBSITE OFFICIAL)



